MEMBERDAYAKAN WIRAUSAHAWAN SEJATI
Beberapa waktu yang lalu, saat jalan-jalan di Kota Yogyakarta, yah sekedar menghibur diri dan melepaskan sejenak rasa penat dan rasa jenuh setelah setiap hari selalu di kungkung dalam kesibukan yang tak kunjung reda. Di saat jalan-jalan sambil larak lirik kesana kemari, aku lihat sebuah buku kecil yang cukup menarik, yang kemudian coba untuk melihat lebih detail, ternyata buku ini berisi tentang motivasi yang mendorong untuk maju dan berkembang melalui kewirausahaan (entrepreneur).
Buku yang ditulis oleh pelakunya sendiri ini merupakan cerminan sekaligus curahan atas tingkah polah dan jiwa yang telah dialami pelaku selama bertahun-tahun, selain itu juga falsafah bisnis yang dianutnya. Mulai dari awal mula membuka usaha dari nol sampai sekarang, dimana usaha yang digelutinya sudah berkembang sangat maju dan menjadi bertambah banyak.
Namun yang tak kalah menariknya adalah, pada kata pengantar dari editor, yakni Bpk. Joko Indro Cahyono, selaku Direktur Entrepreneur University, yang mengangkat tema pentingnya jiwa kewirausahaan untuk selalu di munculkan, di pupuk dan ditumbuh-kembangkan pada diri setiap orang dalam rangka untuk berperan aktif dalam memajukan kehidupan masyarakat Indonesia.
Seperti di tuturkan Pak Joko, si penulis kata pengantar sekaligus sebagai editor buku tersebut, bahwa pembangunan ekonomi di Indonesia ini tidak terlepas dari peran aktif Sumberdaya Manusia yang unggul, tangguh, mandiri dan profesional serta mempunyai kecerdasan emosi yang tinggi yang berjiwa entrepreneur (wirausahawan). Artinya, dengan banyak memiliki entrepreneur sejati yang unggul dan tangguh, baik dari kelas menengah maupun bawah, maka pembangunan ekonomi di Indonesia akan tetap berkelanjutan dan dengan demikian perekonomian akan semakin maju.
Menurutnya, dan mungkin pandangan kita semua, pemberdayaan masyarakat entrepreneur (wirausahawan) adalah sebuah usaha pengelolaan, motivasi dan pelaksanaan untuk keperluan jangka panjang, bukan sekedar aktivitas sesaat atau temporer yang sangat tergantung waktu. Karena bagaimanapun aktivitas ini adalah untuk keperluan fight dalam menghadapi kehidupan baik diri sendiri maupun keperluan masyarakat banyak. Dalam hal ini dapat dicontohkan pada saat badai krisis ekonomi menghantam segala segi kehidupan dari beberapa tahun yang lalu yang hingga kini belum juga tuntas, kalangan entrepreneur (wirausahawan) telah dengan gemilang menunjukkan kepada dunia bahwa kalangan inilah yang telah mampu memberikan solusi keluar dari masalah yang pelik, buktinya mereka mampu mengatasi persoalan hidup yang serba tidak menentu dengan mengandalkan pada kekuatan diri yang tangguh, ulet, profesional dan serba bisa serta tidak gampang menyerah dalam berbagai macam perwujudannya.
Selain itu juga disinggung, betapa hebatnya para kalangan entrepreneur sejati ini masih bisa bertahan dan bahkan sebagian dari mereka berbalik mendapatkan rejeki yang lebih baik di saat para pengusaha yang “besar karena dulunya mendapatkan berbagai fasilitas” itu saling berguguran. Hal ini terjadi karena mereka (wirausahawan / entrepreneur) mempunyai sifat dan sikap tekun, rajin, percaya dan yakin atas apa yang dia usahakan suatu saat pasti akan membuahkan hasil. Dengan sikap ini mereka mampu mengembangkan usahanya secara mandiri, bahkan kebanyakan dari mereka berpikir tidak hanya untuk menciptakan pekerjaan untuk dirinya sendiri, akan tetapi juga untuk kepentingan orang lain, masyarakat banyak.
Dalam rangka pemberdayaan masyarakat entrepreneur ini, barangkali dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut;
1. Ciptakan suasana atau iklim yang kondusif untuk berkembangnya masyarakat entrepreneur, dengan acuan utama bahwa setiap masyarakat memiliki potensi menjadi entrepreneur yang bisa, dan seharusnya, ditumbuh-kembangkan semaksimal mungkin.
2. Perlu diusahakan secara terus menerus untuk memperkuat potensi masyarakat untuk menjadi masyarakat entrepreneur pada semua strata atau lapisan, terlebih untuk lapisan masyarakat menengah kebawah dan generasi muda sehingga mempunyai kemampuan dalam menghadapi persaingan yang sangat ketat di saat-saat krisis maupun untuk masa yang akan datang.
3. Diperlukan suatu peraturan pemerintah yang tegas dan jelas yang berpihak pada masyarakat entrepreneur.
4. Perilaku feodalisme sudah selayaknya untuk ditinggalkan, dalam hal ini kegiatan ekonomi juga seyogyanya dilakukan secara desentralistik, sebab kegiatan yang bersifat sentralistik terbukti hanya menciptakan kekuatan pada kelompok tertentu dan akan terjadi pemusatan aset dan kegiatan ekonomi pada beberapa orang atau kelompok saja.
Menurutnya, menurut sang editor, hal seperti itu adalah sejalan dengan trend yang sedang menggejala di negara-negara maju dan berkembang, golongan entrepreneur (wirausahawan) telah banyak terbukti mampu memerankan peran penting yang strategis dan berkualitas tinggi dalam membangun kehidupan masyarakatnya, yang akhirnya membuat negaranya mempunyai kemampuan yang lebih dari negara-negara lainnya.
Sekilas, buku tersebut menjelaskan masalah perlunya jiwa entrepreneur (wirausaha) dimiliki oleh setiap golongan dan lapisan masyarakat dalam rangka membangun dan memajukan taraf hidup bangsa ini, karena bagaimanapun, kita sebagai anggota masyarakat dan warga negara di negara yang konon katanya gemah ripah loh jinawi ini sangat mengharapkan adanya penyelesaian dan penuntasan dari masalah-masalah yang selalu menghimpit kehidupan kita semua.
Bagaimana komentar anda ???
