online counter

It's a SONY

10/18/2008

Sopan Santun Dalam Ber-Email












Waktu jalan-jalan silaturahmi beberapa hari lalu, saya sempat mampir ke rumah Mas Eric, dan disuguhi “makanan” yang sangat enak dan menyegarkan hati. Saking senangnya saya minta tolong kepada pemilik rumah, Mas Eric, untuk mengijinkan makanan tersebut saya bawa pulang dan saya bagi-bagikan kepada sanak saudara saya termasuk Anda sekalian. Anda mau.. ?? Inilah makanan itu..

Sopan Santun Dalam Ber-Email

…………………………………By Eric Gunawan


Nah artikel berikut patut dibaca bagi anda yang suka ber-email ria. Bagi sebagian besar orang, email tampaknya menjadi rahmat sekaligus bencana. Email dapat menghemat biaya komunikasi, terutama pada orang-orang yg jarang berhubungan dengan kita. Namun, dapat membuat kita menderita dengan menerima banjir "spam email". Tidak banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menghadapi para "spammers" ini kecuali terus-menerus melaporkannya pd "network administrator" kita. Bagaimanapun, dalam melakukan korespondensi pribadi, kita seyogyanya tetap bersopan-santun untuk menjaga hubungan baik.

Berikut 10 saran bersopan-santun dalam ber-email ria :

1. Benahi susunan email "forwards" anda.
Bila anda ingin memforward sebagian atau seluruh pesan pada pihak lain, maka luangkan sedikit waktu anda untuk menghapus tanda yang biasanya muncul. Seperti tanda ">" dsb.

2. Gantilah "Subject" atau Judul email bila topik pembicaraan anda berubah.
Seringkali setelah saling bertukar email beberapa kali, topik pembicaraan berubah dari aslinya, namun "subject" atau judul email belum juga diganti. Akan jauh lebih mudah untuk melacak email yang masuk bila "subject" disesuaikan dan dapat mencerminkan isi email yang sedang anda tulis.

3. Hapuslah pesan reply yang tidak perlu.
Beberapa program email secara otomatis memunculkan isi email yang terdahulu bila anda sedang membalas/mereplynya. Ada baiknya anda menghapus pesan tersebut dan hanya tinggalkan pesan yang benar-benar anda anggap perlu.

4. Jangan teruskan surat berantai.
Anda tentu merasa terganggu dan jengkel bila seseorang mengirimi anda sebuah email tentang humor atau cerita-cerita, kemudian meminta anda untuk meneruskannya dengan segera pada 10 teman anda yang lain, atau bila tidak maka anda akan ketiban sial. Mengapa anda juga bermaksud mengganggu dan membuat orang lain jengkel bila anda meneruskan email semacam ini? Hapus saja dengan menekan tombol "delete".

5. Hormati privacy orang lain.
Ini termasuk juga alamat email mereka. Bila anda sedang mengirim email ke sejumlah orang yang mungkin satu-sama- lain tidak saling mengenal, gunakan "bcc" atau "blind carbon copy " agar alamat-alamat email mereka tidak saling diketahui. Bila anda mudah mengirim email ke banyak alamat sekaligus tanpa mempertimbang - kan saran ini, maka bersiap-siaplah untuk dikomplain karena mereka menerima spam.

6. Jangan melakukan spam.
Mungkin saja anda tidak sengaja melakukannya, tetapi banyak orang tidak menyadari jika mereka menggunakan alamat-alamat email yang mereka dapat dari "forwarded email", kemudian menggunakannya tanpa permisi, ini termasuk bentuk spam.

7. Jangan berteriak-teriak.
Menulis dengan mengaktifkan huruf besar (tombol "Caps Lock") dapat diartikan sebagai pertanda kemarahan. Orang mungkin menganggap anda sebagai pengguna internet yang tidak baik, atau tidak sopan sama sekali.

8. Jangan mudah "terbakar", over-reaksi, atau terburu-buru menghapus suatu email tanpa berusaha memikirkannya dgn baik.
Dalam bahasa tulis, kita memiliki waktu untuk memikirkan bagaimana kita merespon atas sesuatu email yang membuat kita marah. Begitu juga dengan beremail ria. Bila anda merasa dipenuhi dengan emosi yang kuat, kemudian menulis balasan dengan emosional pula, maka sebaiknya jangan keburu anda kirim email tersebut. Simpanlah dulu dalam "draft folder" selama beberapa hari untuk dibaca ulang.
Banyak persahabatan yang hancur gara-gara terburu-buru menanggapi suatu email tanpa berusaha memikirkannya dengan bijaksana.

9. Bersabarlah dalam menunggu "reply".
Ketahuilah, orang tidak hanya hidup dengan internet. Mereka mungkin tidak membalas email anda dengan segera. Masih banyak orang yg men-cek email mereka seminggu sekali.

10. Akuilah bahwa tidak semua orang senang menerima segala yang anda anggap lucu. Jangan terus-menerus mengirimkan sesuatu pada mereka yang tidak pernah membalasnya, meskipun dengan ucapan terima kasih. Jangan lupa: Luangkan waktu juga untuk memikirkan apa yang kita forward kan dan kepada siapa kita mem-forwardkan suatu email. Tidak semua orang setuju atau suka dengan materi yang kita forwardkan. Untuk orang-orang tertentu, subyek-subyek tertentu (yang kita anggap lucu dan menarik atau ringan) bisa jadi sangat sensitif dan serius!!

Sumber: diadaptasi dari The Top 10 E-mail Courtesy Suggestions, Zoran Todorovich On Eagle's Wings

Inilah yang saya maksudkan dengan makanan itu. Terus terang saya sangat tertarik dengan ulasan seperti itu, karena banyak dari kita yang sering kali mengalami hal serupa dan, mungkin, menyakitkan hati.
Bagaimana dengan Anda ?


Silakan beri komentar di bawah ini. Terimakasih.

..



9/21/2008

SEMUA INGIN KAYA






SEMUA INGIN KAYA
(Aku Juga)

by : mezzarev

.

Kemarin, Sabtu, 20 September 2008, ya kemarin ini, saya kebetulan di undang Buka Bersama oleh “bekas teman-teman sekantor” di tempat saya dulu bekerja. Senang sekali ketemu mereka. Dengan guyonan-guyonan segar dan ‘gaya anak muda’ mereka. Celoteh sana sini yang sangat menyegarkan, membuat saya kerasan berlama-lama berada bersama mereka. Memang kalau dipikir-pikir, semakin hari sebenarnya perjalanan usia semakin bertambah. Namun kesegaran dari guyonan-guyonan inilah yang membuat saya terasa tak pernah beranjak dari usia muda.

Pernahkah Anda mengalami hal seperti ini ?? Saya yakin semua dari Anda, pembaca, mengalami hal seperti ini, bahkan mungkin lebih sering dibandingkan saya. Mungkin.

Maksud saya cerita ini sebenarnya adalah, kita setiap orang pastilah sangat senang dengan hal-hal yang bersifat menyenangkan. Itu pasti. Siapa sich yang suka dengan hal-hal yang susah ?? Sepertinya kok tidak ada.

Seperti ‘pepatah plesetan anak muda’ waktu dulu yang sering saya dengar, bahkan saya geli sendiri kalo mengingatnya, ‘muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga’. Wah enak bener kehidupan seperti itu. Bisakah ?? Terus terang saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu.

Namun, mari kita telaah bersama-sama.

Seperti telah saya sebutkan di atas, bahwa semua orang pastilah menginginkan hidup senang. Apapun bentuknya. Apa lagi dengan memiliki banyak uang. Setiap orang pasti selalu mengimpi-impikannya. Tetapi masalahnya, bagaimana kita mendapatkannya ?? Jawabnya tentulah berusaha. Ya berusaha.

Kita sudah mengetahui sendiri bahwa di dunia ini banyak sekali orang kaya. Kebanyakan dari mereka, dan sebagian besar adalah kaya dari “usaha”.

‘Usaha’ lebih menjanjikan kepada pelakunya untuk memiliki kebebasan dalam berbagai bidang. Mulai dari materi, finansial, pikiran dan sebagainya, sampai pada langkah gerak dan waktu.

Dengan usaha, kita bisa bergerak dan mengaturnya sesuai dengan keinginan kita. Namun, dalam melakukan usaha ada kebutuhan prinsip yang harus di jalankan, antara lain :

1. Pahami diri kita sendiri. Sebenarnya kalau kita mau menyadari, pada diri kita ini sudah dibekali potensi yang amat luar biasa, bahkan bisa dikatakan “hampir tak terbatas”, dan ini sebenarnya adalah sebuah kekuatan yang luar biasa jika kita bisa memanfaatkan untuk mencapai keinginan kita. Tujuan hidup kita. Semua ini sudah tersedia, hanya tinggal kita menyadarinya dan selanjutnya bergerak untuk memanfaatkannya. Jika tidak ? ya sia-sia saja semua itu. Sudah diberi potensi, bahkan kita tidak pernah memintanya kepada Tuhan, kok malah disia-siakan.. betapa besar dosa kita me-mubadzir-kan potensi ?? Makanya jangan pernah menyalahkan Tuhan ya kalau tidak bisa kaya. Jangan-jangan belum berusaha, malah bilang “sudah takdir”.

2. Riset dan cari informasi. Gunakan setiap media untuk menggali informasi. Temukan ide bisnis yang akan dijalankan. Setiap media pasti mempunyai ciri khas yang bisa kita gunakan untuk mendapatkan informasi tersebut. Selanjutnya lakukan riset sederhana untuk mengetahui apa trend yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Karena ide bisnis yang telah kita temuan akan sia-sia belaka jika tidak di terima masyarakat.

3. Kreatif dan inovatif. Tampung informasi-informasi yang telah di dapatkan. Olah sesuai hasil riset yang telah dilakukan. Dan selanjutnya lakukan kreasi sesuai kebutuhan masyarakat. Namun harus ingat bahwa, masyarakat selalu mengalami perkembangan, mengalami perubahan dan mengalami kemajuan. Lakukan inovasi-inovasi terhadap produk usaha kita agar selalu di terima di kalangan masyarakat luas. Cari cara alternatif untuk menyesuaikan produk kita dengan kemajuan jaman dan tuntutan masyarakat.

4. Kerja keras dan pantang menyerah. Ini sebenarnya adalah ‘teori lama’. Setiap orang yang ingin mencapai cita-cita diharuskan untuk melakukan kerja keras. Ya, sejak Sekolah Dasar dulu saya juga sudah di ajak oleh Bu Guru untuk kerja keras dengan kata-kata ‘belajar yang rajin’. Artinya, harus melakukan usaha yang sungguh-sungguh untuk mencapai cita-cita, menjadi kaya.

Setiap ‘perjalanan’ menggerakkan usaha, pastilah akan menemui banyak permasalahan. Semakin hari, permasalahan yang muncul biasanya akan semakin banyak sesuai dengan perkembangan usaha kita. Semakin besar usaha kita, permasalahan yang muncul juga semakin banyak pula. Ingatlah “kesulitan dan bencana itu sebenarnya adalah membentuk kita menjadi dewasa” ?

Kerja keras ini harus berlangsung terus menerus secara konsisten. Semakin hari, dengan semakin banyaknya permasalahan, jiwa kerja keras ini haruslah dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Memang kadangkala pada diri kita sebagai manusia akan muncul rasa jenuh terhadap usaha yang kita kerjakan, namun hal ini tidak boleh menyurutkan langkah kita untuk tetap kerja keras dan pantang menyerah. Salah satu cara untuk mempertahankan sikap kerja keras dan pantang menyerah ini adalah rasa cinta kita terhadap usaha / pekerjaan kita. Maka dari itu, menurut saya, wajib hukumnya untuk menumbuh kembangkan cinta kita kepada usaha dan pekerjaan kita demi mencapai tujuan yang kita cita-citakan, sukses menjadi kaya.

5. Disiplin. Dalam usaha, kita harus tetapkan gerak langkah sampai tujuan. Siapkan rancangan dan penjadwalan secara rinci. Jalankan ketetapan-ketetapan kita dengan konsekuen dan konsisten secara penuh. Termasuk dalam penggunakan waktu. Gunakan waktu-waktu dengan seefektif dan seefisien mungkin. Juga yang sangat penting, sadari bahwa ketetapan ini harus sesuai dengan perkembangan usaha. Namun demikian, harus selalu fokus terhadap kemajuan usaha ini.

6. Pandang kedepan. Sebagai pengusaha kita diharuskan untuk selalu memandang kedepan. Artinya, kita harus bisa memprediksi perkembangan usaha dimasa mendatang. Tren apa yang kira-kira berkembang di masyarakat nantinya. Bagaimana kita akan mengolah tren yang berkembang itu, sehingga dapat menyulapnya menjadi potensi pengembangan usaha kita.

7. Enjoy. Setiap pekerjaan, lakukan dengan enjoy, kita menikmatinya. Hal ini bisa kita lakukan jika kita sangat mencintai pekerjaan. Jika kita mencintainya, maka kita akan mencurahkan semua tenaga dan pikiran demi terwujudnya hasil yang (paling) baik untuk usaha kita. Dengan kata lain, jika kita enjoy maka kita akan termotivasi untuk selalu lebih giat dalam menjalankan usaha. Dorongan semangat akan selalu muncul dari dalam diri kita untuk selalu bekerja dengan giat.. dan semakin giat…

Nah, selanjutnya, apa kita sudah siap mulai ??

Atau masih mau kasih komentar ??? Silakan !!!

Informasi kemajuan kita ?? ~~~~>>>



9/14/2008

YUK.. BELAJAR LEBIH EFEKTIF
(Bag. 2)
(Yuk cari uang lewat Web / Blog ?)

by : mezzarev
..............................More Information served by Google

Apa yang bisa dilakukan dengan sebuah Blog ??

Dalam pembahasan di Bagian 1 yang lalu kita sudah sedikit menyinggung bahwa banyak keunggulan bisnis online dari pada bisnis offline. Bisnis online lebih menghemat biaya, waktu dan tenaga yang ujung-ujungnya adalah penghematan uang, penghematan modal. Selain itu, bisnis online lebih memberikan kebebasan kepada kita dalam hal pergerakannya, termasuk di dalamnya kreatifitas kita dan juga inovasi kita. Mau kita bawa kemana bisnis ini ? itu semua tergantung kita. Kita adalah Boss dalam bisnis ini, sehingga kebebasan sepenuhnya berada dalam genggaman tangan kita.
Kira-kira itulah yang berada di benak kita jikalau kita menjalankan bisnis online ini.
Sepanjang pengetahuan saya, setiap pebisnis online pastilah memiliki WEB sendiri, paling tidak memiliki BLOG yang merupakan saluran untuk publikasi “produk” yang kita tawarkan kepada pasar. Dengan menggunakan Web atau Blog kita dapat menginformasikan kepada kepada khlayak, bahwa yang mereka cari ada disini.
Dengan acuan seperti itu, maka selanjutnya tinggal kita pandai-pandai mengelolanya sehingga masyarakat tahu, mengerti, memahami dan akhirnya tertarik pada apa yang kita tawarkan. Jika sudah tertarik… tentu saja harapan kita, dan semua pebisnis, jualan kita akan laku… dan laku keras. Seperti Anda juga khan ? Tentu saja ‘ya.. ‘
Dengan kata lain, Web atau Blog itu adalah ‘marketer’ yang bisa bekerja siang malam, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 4 minggu sebulan dan 12 bulan setahun tanpa henti. Efektif khan ?? Tentu saja.
Bayangkan jika harus membayar karyawan untuk melakukan kerja tersebut, apakah ada yang sanggup ?? Saya yakin tidak ada.
Bukan hanya itu, Web atau Blog mencerminkan bahwa kita adalah pebisnis yang sungguh-sungguh, disamping kredibilitas yang tampil “wah”.

Nah, selanjutnya, sebenarnya sangat banyak yang dapat di lakukan dengan sebuah Web atau Blog. Coba perhatikan :
1. Memberikan penjelasan kepada khalayak, seperti yang telah kita singgung di atas.
2. Iklan langsung. Kita pun punya kesempatan menambah pemasukan lewat iklan secara langsung. Maksudnya, perusahaan atau lembaga yang tertarik berpromosi lewat blog kita, bisa langsung memasang iklan tanpa perantara. kita pun bisa jemput bola dengan menawarkannya kepada mereka. Tapi tentu mereka tak mau asal pasang iklan. Tetapi juga dilihat apakah blog ini trafficnya tinggi, pengunjung blog sesuai dengan target market perusahaan, dan citra blog tidak menganggu citra perusahaan.
3. Memasang iklan tambahan dengan memanfaatkan fasilitas Google Adsense, WidgetBucks, dan Text Link Ads yang kesemuanya ini dapat dengan mudah kita gunakan sesuai keinginan kita, dan masing-masing akan memberikan kepada kita keuntungan yang sangat menjanjikan.
4. Program Afiliasi. Banyak sekali affiliate program yang bisa diikuti. Misalnya seperti Formula Bisnis yang kami kelola dan sudah membantu ribuan orang lepas dari kesulitan keuangan. Atau affiliate program luar negeri yang cukup bagus seperti Clickbank, Linkshare, Commission Junction, dan Amazon.
5. Blog network. Bergabung dengan blog network bisa menambah pemasukan kita. Biasanya blog network yang kita ikuti juga akan membagikan penghasilan dari iklan yang diperoleh.
6. Menjual Blog. Kita bisa buat blog dengan tujuan untuk dijual kembali. Jika blog kita trafficnya tinggi, biasanya banyak yang tertarik membeli. Di luar negeri, hal ini sudah biasa terjadi. Jadi kita tinggal buat blog, kelola dengan baik, kemudian menjualnya dengan harga tinggi. Lalu kita buat blog baru untuk dikembangkan lagi dan dijual lagi.
7. Jual merchandise. Jika blog kita sudah memiliki banyak penggemar, kita bisa meraup lebih banyak uang dengan menjual merchandise sesuai identitas blog. Misal berupa kaos, mug, atau kalender atau apa saja yang bisa mempromosikan blog kita juga. Jadi disamping mendapat keuntungan dari merchandise, kita juga sekaligus mempromosikan blog kita sendiri. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.
8. Konsultan Blog. Jika sudah mahir, kita juga bisa menjadi konsultan bagi orang-orang yang berniat membuat blog. Kita bisa pasang tarif untuk setiap konsultasi. Di luar negeri, profesi konsultan blog ini sudah berkembang pesat. Dan di negeri kita, profesi ini sudah mulai menggeliat. Dengan mulai tumbuhnya blog korporat, kita pun bisa mengambil sasaran perusahaan-perusahan sebagai calon klien kita.
9. Seminar. Kita bisa juga membuat seminar tentang dunia blog, dengan tema yang spesifik seperti blog kita. Ini salah satu cara untuk menaikkan traffic sekaligus meraup lebih banyak lagi uang masuk ke kantong. Ya khan.. ??
10. Membuka kursus tentang web / blog. Banyak tenaga-tenaga muda, khususnya yang mulai mengerti tentang internet, lebih khusus lagi tentang blog, berkeinginan untuk belajar membuat sekaligus mengelola blog. Dengan sedikit menyebar informasi tentang hal ini, maka saya yakin peminat kursus akan sangat banyak, karena sekarang ini semua orang sudah sadar betapa pentingnya internet. Tinggal kita mengarahkan mereka untuk penggunaan yang benar.
11. Bisnis Menulis Blog. Isi blog terutama tulisan, ini juga bisa di jadikan peluang sumber penghasilan. Kita bisa menawarkan diri untuk mengisi blog-blog orang lain dengan tulisan-tulisan yang sesuai dengan gaya ‘kita’.
12. Karena kemampuan dan ketrampilan kita sudah berkembang, maka kita bisa juga menulis di media massa. Bukan hanya menulis di blog sendiri atau blog orang lain, kita pun bisa menulis di media konvensional seperti koran atau majalah. Kita bisa cantumkan profesi sebagai blogger. Kita juga bisa membuat buku tentang dunia blog atau tema lainnya. Dengan demikian, selain aliran uang makin deras, nama kita juga akan makin berkibar.
Bagaimana ?? Sangat banyak kan sumber penghasilan yang bisa kita buat dengan blog ?
Apakah kita sudah puas dengan penghasilan kita sekarang ?? Semestinya kita tidak puas hanya dengan kondisi yang ada sekarang ini. Makanya, kita harus selalu berusaha dan berusaha untuk maju. Terus buat sumber baru. Dengan kreativitas, kita pasti bisa kembangkan sumber penghasilan baru yang tak terduga. Dengan memperbanyak sumber aliran uang, selain pasti memperbesar aliran uang, kita juga memperkecil risiko kegagalan usaha.
Kira-kira masih ada lagi gak ya sumber penghasilan yang lain lagi dari Blog ? Silakan memberikan komentar di Blog ini.
Pesan saya, ayo kita cepat mulai dari sekarang. Kalau tidak, jangan salahkan jika orang lain mendahului !!!

Kesuksesan bukanlah sekedar hoki, tapi kesuksesan adalah hasil kerja keras kita sendiri, tentunya dengan selalu mohon kepada Yang Maha Kuasa.

Informasi selanjutnya… ikuti terus link ini.

9/10/2008

Ga Usah Muluk-muluk, Bisa Stress.

Tuntutan-tuntutan dalam kehidupan sehari-hari yang semakin tinggi sering menjadikan sebuah beban tersendiri bagi kita dalam menjalani roda kehidupan yang semakin hari semakin komplek. Baik sebagai karyawan, pengusaha, pelajar sampai pada ibu-ibu rumah tangga yang semuanya merasakan betapa beratnya tekanan kehidupan karena tuntutan yang mau tidak mau semakin meningkat. Tekanan demi tekanan semakin lama dirasakan semakin menghimpit dan menjadikan psikologis dari setiap individu memberikan reaksi atas tekanan tersebut dalam bentuk stres yang tidak menyenangkan pada diri sendiri.
Stres yang muncul pada kehidupan yang tidak mampu di atasi dengan baik, selanjutnya akan memberikan pengaruh pada keseimbangan fungsi mental individual. Individu yang terkena stres ini biasanya akan mengalami ketegangan emosional, muncul perasaan tidak aman, tidak nyaman, terganggu keseimbangan antara kejiwaan dan, kadang, bisa merambah pada fisiknya, yang muncul pada berbagai keluhan fisik, semisal pusing, berpenampilan lelah, lemah, lesu dan tanpa semangat walaupun sebenarnya organ-organ fisiknya tanpa gangguan yang relevan, dan bahkan kadang merasa sulit untuk menyesuaikan diri dalam lingkungan sosial dimana individu tersebut berada.
Individu yang mengalami stres ini, biasanya akan memberikan reaksi yang berakibat pada keadaan frustasi, adalah :
- Agresif : mudah marah, bahkan sampai mengamuk, dendam, kejengkelan yang berlanjut, menyerang orang lain, atau bahkan sampai pada melukai diri sendiri.
- Depresi : sedih, murung, menarik diri dari pergaulan, mengurung diri, tiba-tiba menjadi individu yang tertutup dan mendadak menjadi sosok individu yang pendiam.
- Apatis : acuh tak acuh dan tidak peduli terhadap lingkungan, tidak mengurus diri sendiri, tidak mengikuti aturan yang ada dan berlaku bagi sosial kemasyarakatan dimana individu tersebut berada.
- Regresif : bertingkah seperti anak kecil kembali, suka merengek-rengek seolah mengalami kemunduran dalam perkembangan jiwanya.
Saat kita mempunyai keinginan untuk meraih suatu tujuan dalam kehidupan kita, seharusnya kita memahami betul diri kita yang sebenarnya, yakni dengan mengintegrasikan emosi perasaan kita dengan nalar atau rasio secara optimal, syukur-syukur secara maksimal. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, yaitu :
- seberapa perlu kita memberikan reaksi emosional secara tidak terkendali, atau seberapa besar kendali kita terhadap emosi yang muncul saat itu;
- seberapa realistis sebenarnya keinginan kita itu;
- adakah alternatif untuk menuju keinginan kita;
- seberapa ‘urgent’ keinginan kita itu, bisakah kita menundanya untuk beberapa saat;
- bisakah dikompensasikan dengan hal yang lainnya.
Selanjutnya, sepertinya perlu juga sebuah penilian yang ditujukan kepada diri kita sendiri yang harus kita cermati dengan penuh kesadaran dan obyektifitas yang tinggi, yakni sebenarnya seberapa tinggi ambisi kita ? Sejauh mana potensi individual, intelektual, mental, kondisi dan sosial yang kita miliki sehingga dapat membuka kesempatan untuk tercapainya harapan kita tersebut ? Bukan hanya itu, perlu juga disini dipertanyakan sejauh mana semangat juang, komitmen dan ketekunan kita dalam berusaha meraih keinginan ataupun harapan tersebut ? sejauh mana perencanaan dalam penggunaan waktu dan realitas kita dalam efektifitas menggunakan waktu tersebut untuk meraih harapan yang kita idam-idamkan ?
Bisa jadi ambisi kita melebihi potensi yang ada dan melekat pada diri kita, bila ini terjadi, ada baiknya tujuan yang kita harap-harapkan itu disesuaikan dengan kenyataan potensi kita. Perlunya dilakukan ‘manage’ dan akomodasi potensi dan optimalkan pemanfaatan potensi yang ada.
Jika ambisi dan potensi berjalan seimbang, maka daya juang harus ditingkatkan dengan lebih maksimal lagi untuk mengupayakan berhasilnya harapan dan keinginan kita sampai tercapainya tujuan. Bagaimanapun, kita harus mempunyai komitmen untuk lebih konsentrasi lagi terhadap apa yang kita lakukan dan upayakan dengan lebih konsisten dan tidak akan berhenti sebelum tujuan tercapai.
Tentang penggunaan waktu, bagaimanapun kita harus disiplin dalam memanfaatkan waktu yang kita miliki dengan seefektif mungkin dan tidak membuang-buang waktu percuma, juga tentunya kita harus mempunyai rencana yang baik terhadap waktu yang ada, termasuk di dalamnya sisa waktu yang ada, dengan tekun dan lagi-lagi konsentrasi penuh terhadap penggunaan waktu yang ada dan tidak mudah teralihkan, sampai pada tercapainya tujuan yang kita harap-harapkan.

Sekarang, bagaimana dengan kita sendiri ?

Silakan tinggalkan komentar Anda !!!


..................................................................................................... persiapan kita di masa mendatang ??

9/03/2008

YUK.. BELAJAR LEBIH EFEKTIF
(Bag. 1)

(Untuk apa sih kita main internet ?)

...............................More Information served by Google

By : mezzarev

Seperti kita ketahui, internet, adalah hasil kemajuan teknologi yang sangat luar biasa besar dan meluas ke seluruh penjuru dunia yang menawarkan berbagai macam kemudahan kepada panggunanya. Dengan adanya internet ini berbagai macam urusan dapat diselesaikan dengan “lebih” mudah dan relatif lebih cepat.


Kebanyakan dari kita, menggunakan internet hanya untuk mencari suatu informasi dengan browsing-browsing saja atau sekedar untuk keperluan komunikasi semisal chatting, e-mailing dengan saudara ataupun teman-teman kita.
Tapi, pernahkan kita sadar bahwa sebenarnya internet ini bisa memberikan kepada kita lebih dari sekedar penggunaan-penggunaan seperti di atas tadi ? Banyak sekali para pengguna internet yang sudah meraup untung besar dari penggunaan internet ini. Bukan sekedar bisnis warnet lho ya.. tapi bener-bener bisnis di internet, yang menghasilkan aliran uang masuk secara terus menerus dan mengucur bagaikan air di lembah pegunungan yang sejuk.

Lhoh kok bisa ??
Pasti itu pertanyaan Anda. Ya, memang benar, itulah pertanyaannya. Pertanyaan yang sudah biasa muncul. Yah mari kita perhatikan uraian berikut ini.

Perlu kita sadari dulu, bahwa internet adalah sebuah media bagi yang bisa mengaksesnya untuk di jadikan jembatan penghubung antara dua atau lebih manusia di dunia ini, untuk kepentingan saling mendapatkan dan memanfaatkan informasi dari berbagai macam hal yang di perlukan dalam kehidupan. Dengan demikian, sebenarnya internet bisa berfungsi seperti halnya media-media yang lainnya, seperti TV, koran, majalah radio dan sebagainya. Namun internet memiliki kelebihan-kelebihan lain, yang antara lain adalah jangkauannya yang jauh lebih luas dalam waktu yang relatif lebih singkat.
Nah, selanjutnya tergantung penggunanya, untuk apakah internet dimanfaatkan seperti media pada umumnya di manfaatkan. Dengan kata lain, kita bisa memanfaatkan internet untuk kepentingan bisnis. Ya, bisnis. Yang bisa menghasilkan itu lhoh…

Saya yakin, hampir setiap orang mempunyai keinginaan untuk punya bisnis sendiri, walaupun itu seorang yang sudah mempunyai jabatan tinggi. Apalagi bagi orang-orang yang (maaf) hanya berstatus sebagai karyawan menengah ke bawah. Terlebih-lebih lagi bagi mereka yang belum mempunyai pekerjaan. Ya tho.. ??

Memiliki bisnis sendiri adalah sesuatu hal yang sangat menyenangkan dikarenakan bisa bebas melakukan segala sesuatu yang disuka, tidak terbatasi oleh waktu kerja, dan bisa mengembangkan bisnis yang sesuai dengan hobi kita. Dan dengan membuka bisnis, bisa menghasilkan uang yang lebih banyak dibandingkan dengan bekerja. Sebagai buktinya, mayoritas orang kaya, menjadi kaya melalui jalur bisnis.
Namun demikian, banyak kendala yang muncul ketika seseorang mulai bergerak untuk berbisnis. Permasalahan pertama yang muncul biasanya adalah modal. Dalam bisnis ‘offline’ biasanya diperlukan modal yang cukup besar. Biasanya lho.
Mari coba kita bayangkan dan angan-angankan, berapa yang harus dikeluarkan untuk tempat usaha (minimal sewa), perabot dan peralatan usaha, karyawan dan keperluan operasional lainnya demi berjalannya bisnis kita itu ??

Nah dengan adanya internet ini, kita bisa melakukan bisnis dengan memanfaatkan kemudahan-kemudahan yang ada dan dengan modal yang relatif kecil. Lagi pula, kita bisa membangun bisnis sekaligus menjalankannya, dimana kita tidak diharuskan keluar dari pekerjaan kita yang telah ada. Artinya, kita bisa menjalankan bisnis internet ini sambil bekerja, sebagai karyawan, di tempat lain. Aneh. .. ? Ngak juga … Asalkan kita bisa jeli melihat peluang yang ada dan kita bisa memanfaatkan semua peluang yang ada untuk mencapai keinginan kita itu. Kata kunci yang harus kita gunakan disini adalah, bahwa keberhasilan atau kesuksesan itu tidak akan datang sendiri tanpa ada usaha keras. Setuju khan.. ???

Usaha yang paling mudah dan gampang dalam menekuni bisnis di internet adalah dengan menggunakan saluran “Blog”. Kita dapat menggunakan Blog ini dengan sesuka hati kita. Kita bisa menggunakan layanan Blog yang gratis, semisal Wordpress ataupun Blogger yang kesemuanya memberikan kemudahan-kemdahan kepada kita untuk mengaksesnya. Atau, kita mau menggunakan domain dan hosting sendiri, ini pun bisa kita dapatkan dengan biaya yang sangat murah. Selain itu, bisnis di internet tidak memerlukan karyawan yang banyak. Sebenarnya kita bisa menjalankannya seorang diri. Dengan demikian, kita akan bisa menekan biaya untuk menangani bisnis ini.

Apa sich Blog ???
Menurut Bung Erick Gunawan, S.E, dalam ArtikelWeb-nya disebutkan bahwa Blog adalah sebuah website yang memiliki fungsi jurnalis dan mudah digunakan untuk menampilkan artikel-artikel baru, dan setiap artikel baru tersebut akan ditampilkan sesuai dengan urutan waktu. Blog memiliki sistem jurnal online atau diary online dalam menampilkan artikel-artikel didalamnya.
Halaman Blog memiliki beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan Website biasa, salah satunya adalah Blog lebih mudah diindex oleh mesin-mesin pencari semacam Google.

Apa yang bisa dilakukan dengan sebuah Blog ??


More Information served by Google

8/31/2008

BUMI DAN ALAMKU, ADA APA DENGANMU

(YUK .. BELAJAR DARI PENGALAMAN)

Betapa besar nikmat dan karunia Tuhan yang telah diberikan kepada segala kehidupan di alam ini dengan segala kekayaannya. Semuanya sebenarnya dapat digunakan semurah-murahnya untuk kepentingan kehidupan kita semua. Namun faktanya, manusia sebagai pengguna kekayaan alam ini sangat tidak sopan terhadap alam itu sendiri. Sebenarnya kesopanan dalam penggunaan segala kekayaan alam itu seharusnya dijaga dengan cara memanfaatkan kekayaan alam yang melimpah ini dengan hati-hati dan dengan memperhitungkan segala akibat yang timbul atas penggunaannya serta memperhitungkan pemulihan atas kerusakan yang ditimbulkannya di samping harus menjaga kelestarian alam itu sendiri demi anak cucu dan generasi mendatang.

Namun apa yang terjadi, sejarah telah membuktikan bahwa makhluk yang namanya manusia ternyata lebih menampakkan keserakahan dan mamainkan kerakusannya dibanding makhluk-makhluk lain yang ada. Walau konon katanya, manusia ini diciptakan dan dilengkapi dengan kecerdasan yang tinggi serta mendapat mandat berkuasa atas makhluk ciptaan yang lainnya.

Sejujurnya, mungkin sampai dengan saat ini kita masih bisa dengan enak dan nyaman untuk menggunakan energi yang dikaruniakan Tuhan kepada kita, seperti air untuk minum, mandi, cuci, dan kepentingan sanitasi lainnya. Juga udara untuk kepentingan kehidupan. Serta energi-energi lainnya. Tapi sejujurnya pula, sudah terlalu banyak tanda-tanda alam bahwa kita manusia ini akan mengalami kesulitan dalam mempergunakan energi yang tersedia dengan begitu banyak di alam ini.

Perhatikan saja, mulai dari adanya kekeringan dimana-mana, gagal panen dan sebagainya sampai pada munculnya penyakit-penyakit yang aneh-aneh yang tidak sewajarnya menimpa pada golongan manusia dengan ukuran usia tertentu. Seperti dilansir GREENPEACE dalam websitenya bahwa ditunjukkan contoh seorang anak yang ditampilkan fotonya, berasal dari Belarus, yang baru berusia 3 tahun saat dia divonis menderita kanker rahim dan paru-paru. Menurut catatan dari dokter setempat mengatakan bahwa penderita kanker pada anak-anak meningkat pesat semenjak bencana Chernobyl.

Belum lagi, kata orang-orang pinter, efek rumah kaca yang berakibat pada naiknya suhu udara atau pemanasan global dan akibat selanjutnya pada mencairnya es di puncak-puncak gunung, juga mencairnya es di kutub.

Ambil contoh, di puncak Himalaya, menurut majalah BASIS edisi 50-06, 2007 disebutkan, bila dalam lima puluh tahun mendatang suhu global naik 4oC, maka es yang ada akan semakin banyak mencair, selanjutnya jika kenaikan suhu ini signifikan, maka es di puncak Himalaya akan menghilang. Sementara, es di puncak Himalaya adalah cadangan air bagi banyak negara di Asia.

Disebutkan pula bahwa 15% dari jumlah es di alam ini dicukupi oleh persediaan yang ada di puncak Himalaya tersebut. Lelehan es di puncak Himalaya ini akan mengalir melalui sungai-sungai besar seperti Indu, Gangga, Mekong dan Jangtze, dan dari air yang ada ini dapat mencukupi kebutuhan lebih dari 500 juta jiwa yang menggantungkan kebutuhan air dari Hilamaya.

Terus bagaimana dengan Indonesia ? Negara kepulauan yang terdiri dari pulau-pulau yang tersebar di sekitar khatulistiwa, dengan jumlah yang sangat banyak dan dengan lautan yang tentunya memberikan kontribusi uap yang sangat banyak pula, sebagai cadangan air di angkasa yang pada masanya akan menjadi hujan dan selanjutnya menjadikan tanah dapat menumbuhkan berbagai macam tanaman yang sangat bermanfaat bagi kehidupan binatang, dan tentu saja, manusia sendiri.

Namun apa yang terjadi ? Bencana alam dimana-mana baik musim penghujan begitu juga pada saat musim kemarau. Musim penghujan, banyak terjadi banjir dimana-mana. Masyarakat Aceh yang baru saja dilanda Tsunami dan belum pulih dari trauma bencana yang merenggut ribuan jiwa, harus menerima kenyataan dengan datangnya banjir bandang yang menewaskan puluhan orang masyarakatnya. Begitu juga yang terjadi di Sumatera Utara, banjir di Mandailing Natal telah merenggut puluhan jiwa melayang. Hutan alami di Riau di tebangi hingga hanya tersisa tidak lebih dari 5 % atau 6 % saja. Lain halnya dengan Jawa Tengah di musim kemarau, kekeringan terjadi dimana-mana dan berakibat gagalnya panen rakyat. Rehabilitasi ? Sudah bisa dipastikan diperlukan dana yang jumlahnya milyaran rupiah pada masing-masing daerah tersebut. Tentunya suatu jumlah yang sangat besar dan seharusnya tidak perlu ada apabila lingkungan ditata dan penataannya sesuai dengan daya dukung lingkungan yang ada.

Bagaimana Komentar anda ??




Disadur bebas dari BASIS, No. 05-06, Mei-Juni 2007 & Greenpeace Web.



i persiapan kita di masa mendatang ??

8/06/2008

MEMBERDAYAKAN WIRAUSAHAWAN SEJATI

MEMBERDAYAKAN WIRAUSAHAWAN SEJATI

Beberapa waktu yang lalu, saat jalan-jalan di Kota Yogyakarta, yah sekedar menghibur diri dan melepaskan sejenak rasa penat dan rasa jenuh setelah setiap hari selalu di kungkung dalam kesibukan yang tak kunjung reda. Di saat jalan-jalan sambil larak lirik kesana kemari, aku lihat sebuah buku kecil yang cukup menarik, yang kemudian coba untuk melihat lebih detail, ternyata buku ini berisi tentang motivasi yang mendorong untuk maju dan berkembang melalui kewirausahaan (entrepreneur).
Buku yang ditulis oleh pelakunya sendiri ini merupakan cerminan sekaligus curahan atas tingkah polah dan jiwa yang telah dialami pelaku selama bertahun-tahun, selain itu juga falsafah bisnis yang dianutnya. Mulai dari awal mula membuka usaha dari nol sampai sekarang, dimana usaha yang digelutinya sudah berkembang sangat maju dan menjadi bertambah banyak.
Namun yang tak kalah menariknya adalah, pada kata pengantar dari editor, yakni Bpk. Joko Indro Cahyono, selaku Direktur Entrepreneur University, yang mengangkat tema pentingnya jiwa kewirausahaan untuk selalu di munculkan, di pupuk dan ditumbuh-kembangkan pada diri setiap orang dalam rangka untuk berperan aktif dalam memajukan kehidupan masyarakat Indonesia.
Seperti di tuturkan Pak Joko, si penulis kata pengantar sekaligus sebagai editor buku tersebut, bahwa pembangunan ekonomi di Indonesia ini tidak terlepas dari peran aktif Sumberdaya Manusia yang unggul, tangguh, mandiri dan profesional serta mempunyai kecerdasan emosi yang tinggi yang berjiwa entrepreneur (wirausahawan). Artinya, dengan banyak memiliki entrepreneur sejati yang unggul dan tangguh, baik dari kelas menengah maupun bawah, maka pembangunan ekonomi di Indonesia akan tetap berkelanjutan dan dengan demikian perekonomian akan semakin maju.
Menurutnya, dan mungkin pandangan kita semua, pemberdayaan masyarakat entrepreneur (wirausahawan) adalah sebuah usaha pengelolaan, motivasi dan pelaksanaan untuk keperluan jangka panjang, bukan sekedar aktivitas sesaat atau temporer yang sangat tergantung waktu. Karena bagaimanapun aktivitas ini adalah untuk keperluan fight dalam menghadapi kehidupan baik diri sendiri maupun keperluan masyarakat banyak. Dalam hal ini dapat dicontohkan pada saat badai krisis ekonomi menghantam segala segi kehidupan dari beberapa tahun yang lalu yang hingga kini belum juga tuntas, kalangan entrepreneur (wirausahawan) telah dengan gemilang menunjukkan kepada dunia bahwa kalangan inilah yang telah mampu memberikan solusi keluar dari masalah yang pelik, buktinya mereka mampu mengatasi persoalan hidup yang serba tidak menentu dengan mengandalkan pada kekuatan diri yang tangguh, ulet, profesional dan serba bisa serta tidak gampang menyerah dalam berbagai macam perwujudannya.
Selain itu juga disinggung, betapa hebatnya para kalangan entrepreneur sejati ini masih bisa bertahan dan bahkan sebagian dari mereka berbalik mendapatkan rejeki yang lebih baik di saat para pengusaha yang “besar karena dulunya mendapatkan berbagai fasilitas” itu saling berguguran. Hal ini terjadi karena mereka (wirausahawan / entrepreneur) mempunyai sifat dan sikap tekun, rajin, percaya dan yakin atas apa yang dia usahakan suatu saat pasti akan membuahkan hasil. Dengan sikap ini mereka mampu mengembangkan usahanya secara mandiri, bahkan kebanyakan dari mereka berpikir tidak hanya untuk menciptakan pekerjaan untuk dirinya sendiri, akan tetapi juga untuk kepentingan orang lain, masyarakat banyak.
Dalam rangka pemberdayaan masyarakat entrepreneur ini, barangkali dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut;
1. Ciptakan suasana atau iklim yang kondusif untuk berkembangnya masyarakat entrepreneur, dengan acuan utama bahwa setiap masyarakat memiliki potensi menjadi entrepreneur yang bisa, dan seharusnya, ditumbuh-kembangkan semaksimal mungkin.
2. Perlu diusahakan secara terus menerus untuk memperkuat potensi masyarakat untuk menjadi masyarakat entrepreneur pada semua strata atau lapisan, terlebih untuk lapisan masyarakat menengah kebawah dan generasi muda sehingga mempunyai kemampuan dalam menghadapi persaingan yang sangat ketat di saat-saat krisis maupun untuk masa yang akan datang.
3. Diperlukan suatu peraturan pemerintah yang tegas dan jelas yang berpihak pada masyarakat entrepreneur.
4. Perilaku feodalisme sudah selayaknya untuk ditinggalkan, dalam hal ini kegiatan ekonomi juga seyogyanya dilakukan secara desentralistik, sebab kegiatan yang bersifat sentralistik terbukti hanya menciptakan kekuatan pada kelompok tertentu dan akan terjadi pemusatan aset dan kegiatan ekonomi pada beberapa orang atau kelompok saja.
Menurutnya, menurut sang editor, hal seperti itu adalah sejalan dengan trend yang sedang menggejala di negara-negara maju dan berkembang, golongan entrepreneur (wirausahawan) telah banyak terbukti mampu memerankan peran penting yang strategis dan berkualitas tinggi dalam membangun kehidupan masyarakatnya, yang akhirnya membuat negaranya mempunyai kemampuan yang lebih dari negara-negara lainnya.
Sekilas, buku tersebut menjelaskan masalah perlunya jiwa entrepreneur (wirausaha) dimiliki oleh setiap golongan dan lapisan masyarakat dalam rangka membangun dan memajukan taraf hidup bangsa ini, karena bagaimanapun, kita sebagai anggota masyarakat dan warga negara di negara yang konon katanya gemah ripah loh jinawi ini sangat mengharapkan adanya penyelesaian dan penuntasan dari masalah-masalah yang selalu menghimpit kehidupan kita semua.
Bagaimana komentar anda ???

7/19/2008

Masa Depan Cemerlang

i Ada di Tangan Anak .

Sering aku berangan-angan dan juga membayang-bayangkan, betapa senangnya seandainya aku mempunyai anak yang jenius, cerdas, pinter, setiap tahun selalu menjadi langganan juara kelas bahkan juara sekolah. Setiap tahun selalu berada pada rangking tertinggi di kelas maupun sekolah. Menjadi anak terpandang dalam intelektual yang, tentu saja, selanjutnya akan membawa nama baik bagi keluarga. Ooouuww..... indahnya hayalan dan lamunan itu.
Tapi, pernahkan kita berfikir realistis dan melihat kenyataan bahwa mencetak anak kita untuk menjadi jenius adalah tidak segampang membalikkan telapak tangan ?? Sebenarnya, sudah sejauh mana usaha kita untuk memberikan pendidikan kepada anak ?? sejauh mana pula kita memberikan pengajaran kepada anak ?? Adakah kita sudah memberikan pengajaran kepada anak di rumah ? Ataukah kita hanya menyerahkan semuanya itu kepada sekolah ??
Banyak tulisan-tulisan yang kebanyakan hanya cenderung mengarah pada psichology perkembangan anak yang menyoroti apa dan siapa si anak, menjadikannya sebagai obyek pengamatan juga obyek penelitian. Tetapi sebenarnya untuk mendapatkan hasil yang benar, kita seharusnya memandang dan menempatkan anak sebagai subyek yang tumbuh dan berkembang yang tentunya amat sangat diperlukan dasar fondamen yang kuat untuk menuju perkembangan yang maksimal di masa depannya. Fondamen itu adalah pendidikan dan pengajaran.
Dalam rangkaian pendidikan anak, yang perlu diperhatikan adalah pendidikan itu harus terjadi di rumah, sekolah dan lingkungan masyarakat dimana anak tersebut berada. Di tempat-tempat inilah merupakan pusat pendidikan yang sebenarnya. Disekolah, sudah pasti karena lembaga ini didirikan untuk keperluan pendidikan dan pengajaran. Dengan menggunakan dasar acuan kurikulum yang sudah tersusun sistematis inilah anak-anak di ajar dan dididik dengan ‘benar’, namun biasanya pendidikan di sekolah lebih mengarah kepada pendidikan intelektualnya.
Di rumah, secara sadar ataupun tidak, anak di kembangkan sendiri oleh orang tuanya, tentunya tidak seperti di sekolah yang lebih mengarah kepada perkembangan intelektual. Pendidikan di rumah ini tentunya lebih bisa diarahkan untuk perkembangan kejiwaan ataupun tatakrama dan sopan santun.
Pendidikan di rumah, juga biasanya bisa di arahkan bersama-sama dengan pendidikan di sekolah dan ‘menyinggung’ masalah-masalah pengajaran yang ada di sekolah.
Di masyarakat lingkungannya, anak-anak sebenarnya sangat banyak menyerap informasi, bahkan lingungan ini biasanya sangat dominan dalam perkembangan kejiwaan dan tingkah laku anak. Karena lingkungan ini lebih beragam dan biasanya menyenangkan dalam dunia anak-anak. Sering kali efek dari informasi yang diserap dari lingkungan ini lebih tampil dominan dalam membentuk karakter, sikap dan kejiwaan anak-anak kita.
Selanjutnya, sudahkah kita mengamati perkembangan yang ada pada anak kita ? apa yang seharusnya kita perlakukan kepada mereka ? Mungkin kita semua setuju, bahwa anak adalah masa depan bangsa, jika kita bisa memberikan pendidikan yang baik dan benar kepada anak-anak maka di masa mendatang bangsa ini akan menjadi bangsa yang benar-benar tangguh. Yang tidak mudah terombang ambing hanya gara-gara krisis atau yang sengaja di buat krisis oleh bangsa lain.
Namun, biasanya kita hanya berpikir dan berkeinginan bahwa anak kita harus nurut kata orang tuanya.
Bagaimana komentar anda ?